Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Jerman Buka Peluang untuk 6 juta Lulusan SMK

Jerman Buka Peluang untuk 6 juta Lulusan SMK
SURABAYA - Jawa Timur makin punya posisi strategis untuk terus mengembangkan pendidikan vokasi. Gubernur Dr Soekarwo mengungkapkan, Jatim ditantang oleh kalangan pengusaha Jerman untuk menyiapkan 6 juta lulusan SMK yang dididik sebagai tenaga kerja profesional.

Menurut Soekarwo, persiapan itu merupakan tuntutan yang tidak bisa dihindari.

Hal itu terkait dalam pemberlakuan ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015. Salah satu upayanya adalah melakukan standardisasi kualitas siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

Selain AFTA, tambah dia, tantangan tidak kalah menarik muncul dari tenaga ahli dari Kadin Hochrhein-Bodensee Konstanz Andreas Gosche. Tantangan itu juga diperkuat Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin Prof Agus Rubiyanto.

Soekarwo pun dengan senang hati menerima tantangan tersebut. "Kalau bisa secepatnya standardisasi dilakukan bersama pemerintah Jerman," ungkap lelaki yang akrab disapa Pakde Karwo itu setelah Seminar Nasional Harmonisasi Pendidikan Vocational dengan Dunia Industri Jawa Timur di Hotel Bumi kemarin (11/9).

Soekarwo berharap lulusan SMK di Jatim tidak lagi berkualitas standar ASEAN, tetapi sudah harus mendunia. Saat ini Pemprov Jatim menjalin kerja sama dengan sembilan bidang usaha dan industri di Indonesia untuk menjamin lulusan SMK menjadi tenaga kerja profesional. Ada pula kerja sama dengan Jepang, Tiongkok, dan Australia. "Amerika saja memerlukan 150 ribu perawat," katanya.[JawaPos,12Sep14]

Metode Kursus dan Les Privat Bahasa Inggris Di Malang

Kemampuan berbahasa Inggris yang baik harus mencakup keempat keterampilan bahasa (four language skills) dan kosa kata serta tata bahasa. Untuk membantu kemampuan siswa di Malang untuk berbahasa Inggris dengan baik, maka diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berbahasa secara utuh dan terpadu. Model pembelajaran yang demikian itu dikenal dengan model pembelajaran terpadu (integrated language skills). Yaitu pembelajaran keempat keterampilan berbahasa dan kosa kata serta bahasa yang dilakukan secara terpadu.

Teori yang digunakan dalam pengembangan model ini adalah model Dick  dan Carey (1978:5-6) yang digabung dengan model Jerrold E. Kemp, Experiential Learning Model) ini yang dikembangkan Ur, dan Model Pengembangan Strategi Instruksional yang dikembangkan oleh Suparman (1997:166-175) berdasarkan strategi instruksional yang dikembangkan oleh Gagne, Briggs, dan Wager (1979:49-54) mengatakan bahwa strategi instruksional

Hasil yang dicapai dari pengembangan model ini adalah model pembelajaran keterampilan berbahasa Inggris terpadu (integrated language) untuk peserta kursus dan les privat di Mayantara School Malang.

Pembelajaran bahasa Inggris, terutama English for Young Learners di Indonesia, telah menjadi perhatian tersendiri bagi para English educators. Oleh karena itu, diperlukan tentor dan guru yang kompeten. Tenaga pendidik harus memahami bagaimana merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang tepat, efektif, dan menyenangkan. Hal itu sesuai dengan teori pembelajaran bahasa Inggris terkini dan juga sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.

Rujukan: http://mayantara.sch.id/kursus/bahasa-inggris

Sekolah yang tak punya lagu itu aneh!

Sekolah yang tak punya lagu itu aneh!
School song atau disini disebut dengan 'Kouka ( 校歌)', adalah lagu almamater yang dimiliki masing masing sekolah. Jadi, 'masing-masing' sekolah dari semua level mempunyai school song masing2.

Ketika di satu kesempatan berlatih percakapan bahasa Jepang, kami diminta untuk membuat kalimat "Di SD dulu pak/bu guru menyuruh kami menyanyikan lagu almamater". Saya bertanya, "apa yang dimaksud dengan lagu almamater?" Karena, sepanjang sekolah dulu, saya tidak pernah tahu yang namanya lagu almamater sekolah saya, apalagi diminta untuk menyanyi. 


Selanjutnya saya balik di tanya, "tidak adakah lagu almamater di sekolahmu dulu?", yang aku jawab dengan, "tidak ada". 
Setahuku, di sekolah2 lain di negaraku juga tidak ada. Di tingkat Universitas mungkin ada (lupa2 ingat, hiks), tapi di tingkat bawahnya sepertinya tidak ada.

Seisi kelas pun terkejut, karena menurut mereka aneh. Di masing2 negara lainnya, mereka punya school song untuk sekolahnya. Lagu itu akan berisi lirik2 pemompa semangat, motivasi memiliki visi masa depan dan kebanggaan pribadi dan sekolah mereka..katanya.

Kening sedikit mengkerut penuh heran. Ini saya yang kurang pengetahuan ataukah memang benar kita tidak punya school song di sekolah masing2 yang akan selalu di rapal di kesempatan2 tertentu?



Kurnia Ati'ullah